Cara Mudah Hitung CC Motor Setelah Oversize

motolineid.com – Cara mudah hitung cc motor setelah oversize bisa dilakukan dengan rumus yang biasa dipakai untuk menghitung kapasitas mesin.

Cc adalah singkatan dari Centimeter Cubic, dimana di dalam dunia otomotif hal ini dapat juga dinamakan dengan volume ruang bakar. Dimana setiap ruang bakar masing-masing sepeda motor pastinya berbeda-beda, maka dari itu kita dapat mengetahui besaran volume yang terdapat di ruang bakar masing-masing motor tersebut.

Sebenarnya dari pabrikan yang membuat motor sudah disebutkan berapa kapasitas mesin dari motor yang dijualnya, tapi kadang kita melakukan ubahan pada mesin sehingga kapasitas mesin juga berubah.

Baca juga : Apakah Bahaya Gonta Ganti Oli Mesin Di Motor Kita

Baca juga : Berikut Daftar Ukuran Bore x Stroke Dari Berbagai Motor Suzuki

Ubahan yang dilakukan bisa menaikkan diameter piston atau yang biasa disebit dengan bore up atau bisa juga dengan menaikkan langkah pistonnya atau biasa disebut stroke up.

Bore Up adalah mengganti piston asli pabrikan dengan piston yang memiliki ukuran lebih besar. Dengan tujuan untuk mengubah tenaga motor menjadi lebih besar dan gahar.

Stroke Up sendiri adalah menaikkan langkah piston dengan cara menggeset atau mengganti Big End asli dengan Pen Strocker lainnya.

rumus 0,785 X Bore X Bore X StrokeĀ 

Sebagai contoh Diketahui bahwa diameter piston Jupiter Z standar adalah 51 mm. Setelah dilakukan Bore Up 100 maka bore piston bertambah 1 mm, maka besar bore setelah bore up menjadi 52 mm. Panjang langkah piston tetap 54 mm jadi dapat dihitung dengan rumus:

0,785 X 52 mm X 52 mm X 54 mm = 114622,56 mm

Hasil diatas dapat kalian bagi 1.000. Jadi 114622,56 mm : 1.000 = 114,622 cc.