Begini Cara Kerja VVA Di Motor Yamaha NMax Dan Aerox

motolineid.com – Variable Valve Actuation (VVA) menjadi teknologi andalan motor keluaran Yamaha terbaru. Cara kerja VVA yamaha mirip VTEC di mobil Honda dan VVT-i (Variable Valve Timing with intelligence) di mobil Toyota.

Sistem VVA ini hadir di dua produk andalan Yamaha yaitu Yamaha NMax dan Aerox 155.

Variable Valve Actuation merupakan sistem yang mengatur kerja klep (valve). Fungsinya untuk mengatur bukaan valve yang bertujuan untuk menyesuaikan suplai BBM ke dalam ruang bakar.

Aplikasi teknologi VVA di NMAX, membuat rider merasakan torsi yang kuat dari putaran mesin bawah sampai atas. VVA dapat diartikan sebagai pengatur bukaan klep yang bervariasi, sesuai putaran mesin.

Pada konstruksi kem SOHC dengan VVA pada NMAX, klep in dibekali 2 buah rocker arm yang masing-masing punya bubungan klep yang profilnya beda. Perpindahan profil ini diatur ECU, aktuatornya menggunakan solenoid yang menempel di kepala silinder. Solenoid ini akan menggerakkan syncronizing pin, yang saat 6.000 rpm akan menonjok rocker arm high.

Baca juga : Begini cara merawat aki motor di masa pandemi

Baca juga : All New Yamaha Nmax 155 cc menjadi bike of the year dalam ajang otomotif award 2020

Di Yamaha NMAX, waktu putaran mesin di bawah 6.000 rpm, rocker arm dengan profil kem lebih rendah yang bekerja, agar konsumsi BBM efisien. Saat masuk putaran mesin 6.000 rpm, profil lobe satunya yang yang memiliki profil lebih tinggi akan bekerja.

Ketika putaran mesin turun, maka solenoid akan menarik syncronizing pin tadi, sehingga kembali yang digunakan lobe kem yang rendah.

Teknologi VVA ini sendiri pertama dipakai di Yamaha NMAX, yang diluncurkan di Indonesia tahun 2015. Selanjutnya Yamaha juga memasang VVA di beragam motor lain yang mesinnya sama-sama LC4V (Liquid Cooled 4-valve atau mesin 4 klep berpendingin cairan) seperti Yamaha Aerox 155, Lexi, All New Yamaha YZF R15, V-Ixion R, Yamaha MT-15, dan yang terbaru adalah Yamaha XSR 155 dan Yamaha WR 155 R.

%d bloggers like this: